Jumat, 07 November 2014

KONFLIK DALAM ETIKA BISNIS

Konflik terjadi karena adanya kesalahpahaman dari dua pihak atau lebih. Konflik bisa terjadi antar individu dalam organisasi (SDM), bisa terjadi antara penjual / produsen dengan nasabah/konsumen.

Konflik yang pernah saya alami belum lama ini adalah ketika saya dan salah satu teman saya berencana ingin menjilid hardcover hasil penulisan ilmiah kami disebuah toko percetakan yang cukup besar didaerah margonda raya. Ketika kami memilih warna untuk hardcover, kami sudah memastikan bahwa warna yang ditawarkan toko tersebut akan sama dengan warna yang ditentukan oleh kampus kami. Tapi saat hari pengambilan hardcover kami, kami melihat bahwa warnanya berbeda dengan pilihan kami. Dengan warna tersebut tentu kami komplain dan menanyakan “kenapa warna yang sudah jadi dengan warna yang dicontoh katalog berbeda?”, namun pihak toko tidak mau disalahkan dengan perbedaan warna tersebut, terlebih pegawai yang melayani kami kurang sopan dan ketus menjawab pertanyaan kami. Akhirnya saya dan teman saya memilih untuk mengalah dan pergi dari toko dengan rasa kecewa dan tidak akan pernah kembali ke toko itu lagi. Dan mencari toko lain yang bisa mengganti warna hardcover kami dengan warna yang dimaksud, sementara itu teman saya mengirim komplain ke alamat email toko sebelumnya dengan tujuan agar tidak ada lagi yang bernasib sama seperti saya dan teman saya. Tidak lama kemudian email teman saya dijawab dengan permohonan maaf atas kekeliruan pihak mereka serta atas ketidaknyamanan kami dengan pegawainya saat itu.


Jadi, dengan kejadian tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa perusahaan yang besar dan cukup ternama tidak menjamin konsumennya merasa puas. Bahkan dengan perusahaan percetakan yang lebih kecil dan penawaran harga yang lebih murah justru saya sebagai konsumen merasakan kenyamanan dari sisi pelayanan, ketepatan perjanjian yang dibuat antar konsumen dan produsen, serta dengan harga yang lebih murah. Selain itu,  ternyata nama perusahaan yang besar tidak menjadi alasan bahwa perusahaan tersebut baik dalam pelayanan terhadap konsumennya.

Minggu, 19 Oktober 2014

Corporate Social Responsibility (CSR)

1. Contoh kasus dari kegiatan CSR yang saya ambil disini yaitu PT. DANONE AQUA yang memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar atau daerah-daerah lain. salah satu dari tindakan CSR perusahaan ini adalah melakukan penanaman pohon untuk menambah daerah peresepan air yang berguna saat musim kemarau datang di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain itu, tindakan nyata yang dilakukan oleh perusahaan AQUA dalam hal CSR adalah penyaluran air bersih yang dikhususkan bagi daerah-daerah yang memiliki kelangkaan air bersih seperti NTT dan daerah lain. bentuk lain dari tindakan CSR AQUA yakni dengan adanya bantuan pendidikan untuk anak-anak yang membutuhkan serta mereka yang kurang mampu dalam hal ekonomi.

2. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada warga sekitar atau lingkungan perusahaan tersebut. Manfaat dari kegiatan ini sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan kepada wilayah sekitar dimana perusahaan tersebut berdiri atau lingkungan yang akan berdampak positif terhadap masyarakat banyak. dengan melakukan kegiatan CSR ini perusahaan bisa menumbuhkan citra baik dimata masyarakat serta memberikan kesan perusahaan tersebut peduli akan apa yang terjadi disekelilingnya. selain itu perusahaan juga mendapat keuntungan dengan mempromosikan produk melalui kegiatan sosial ini, dengan begitu perusahaan akan mendapat keuntungan pembelian yang lebih serta citra perusahaan yang baik.

3. Jadi, kegiatan sosial atau CSR yang dilakukan oleh perusahaan AQUA ini sangat berdampak positif dan memberikan nilai tambah kepada perusahaan dengan bantuan-bantuan sosial yang diberikan kepada lingkungannya. Dengan timbal balik yang didapat perusahaan yaitu citra nama perusahaan yang terjaga dengan baik sekaligus menambah keuntungan dari pembelian produk yang dilakukan oleh konsumen yang tertarik dengan kegiatan yang diselenggarakan perusahaan tersebut.

4. Referensi :
    - Iklan yang dimuat di Televisi

Minggu, 12 Oktober 2014

Etika Utilitarian Dalam Bisnis

1. Teori Utilitarian adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah atau menguntungkan.

2. Kasus yang bisa diambil sebagai contoh yaitu restoran cepat saji dengan sebutan Mc. Donnald, dimana restoran tersebut selalu melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar tempat bisnis tersebut. kegiatan tersebut biasa disebut dengan CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu kegiatan sosial yang dilakukan oleh perusahaan atau pelaku bisnis dengan memberikan manfaat, kegunaan atau sesuatu yang positif dan menguntungkan bagi masyarakat sekitar. kegiatan yang bersifat utilitarian yang dilakukan oleh pihak Mc. Donnald seperti bantuan sosial untuk masyarakat sekitar khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu dan kegiatan lain seperti pelestarian lingkungan dengan menjaga kebersihan dan penghijauan alam lingkungan sekitar tempat usaha. Dengan demikian diharapkan adanya kegiatan sosial seperti ini dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat, serta untuk menambah nilai positif bagi perusahaan.

3. Analisis dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan bersosial ini berdampak sangat baik dan positif dengan menjalin hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat sekitar perusahaan tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga tidak merugikan pihak perusahaan maupun warga sekitar. 

4. Referensi yang diambil :
http://en.wikipedia.org/wiki/Corporate_social_responsibility 

Jumat, 03 Oktober 2014

Budaya dan Adat Istiadat

Jogjakarta, kota asal sekaligus kota yang paling saya cintai. Meski saya tidak lahir di kota tersebut, tapi darah Jogja mengalir ditubuh saya dari sang Ibu. Dari banyaknya adat istiadat yang ada di kota Jogja, saya akan membahas beberapa yang saya ketahui. Salah satunya yaitu, sopan santun yang dimiliki orang-orang jogja yang terkenal dengan keramah-tamahannya dan kelembutan dari tutur katanya hingga perilaku mereka yang masih terjaga hingga sekarang.
Belum lama ini saya baru kembali ke kota Jogja untuk menghadiri pemakaman kakak dari ibu saya atau biasa dipanggil “pakde” dalam bahasa jawa. Salah satu yang menarik adalah ketika jasad sudah rapih dan siap untuk dimakamkan, dan para kerabat serta tetangga yang datang satu-persatu. Sebelum acara pemakaman dilaksanakan terdapat acara seperti penyampaian nasihat atau sekedar kata-kata perpisahan yang disampaikan oleh beberapa tokoh desa tersebut, kemudian disambung dengan acara lain yaitu dimana keluarga yang ditinggalkan diharuskan berjalan menunduk melewati keranda dari jasad keluarga yang menurut warga sekitar hal tersebut dilakukan agar keluarga yang ditinggalkan tidak terus-menerus teringat akan beliau yang sudah pergi. Hal unik lainnya adalah keranda tersebut dipayungi oleh payung cantik yang seperti terdapat di keraton jogjakarta. Kemudian acara pemakaman dilaksanakan dengan menyebar beberapa uang logam selama perjalanan menuju tempat jasad dimakamkan.
Lain dari hal diatas, adat istiadat atau norma yang sampai sekarang masih terjaga di daerah jogja yaitu rasa hormat dan saling menghargai antar sesama meskipun mungkin dari mereka ada yang belum saling mengenal. Ini terlihat saat saya ingin pergi berkeliling kota tersebut dengan diantar oleh sepupu terdekat, dan selama perjalanan sepupu saya tidak pernah lupa untuk menundukkan sedikit kepalanya dan mengucapkan “permisi” dalam bahasa jawa tiap kali melewati jalan yang dipinggirnya ada warga lain, tidak peduli orang itu lebih tua atau lebih muda darinya.
Satu lagi adat istiadat yang saya sukai dari Jogjakarta, disaat idul fitri tiba, seluruh kerabat dan tetangga akan mendatangi satu persatu rumah untuk sekedar saling meminta maaf. Namun yang berbeda cara meminta maaf di Jogja dengan Jakarta adalah mereka suku jawa, Jogjakarta khususnya akan menghampiri sesepuh dan berlutut (sungkem) sambil memegang tangan sang sesepuh diiringi dengan kata-kata permintaan maaf dalam bahasa jawa yang saya tidak mengerti arti dari percakapan tersebut, tapi secara garis besar itu adalah cara orang jawa meminta maaf kepada mereka yang lebih tua atau dianggap sesepuh mereka.


Dari beberapa adat mengenai suku jawa diatas, dapat dilihat perbedaan antara budaya jawa dan budaya yang ada di Jakarta. Dimana di Jakarta acara pemakaman dilakukan lebih sederhana, tidak adanya budaya sungkem seperti di jawa, dan perilaku kesopanan orang-orang di Jakarta dinilai kurang dibanding di Jogjakarta. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh faktor budaya asing yang datang di Indonesia, dan karena Jakarta adalah ibu kota negara maka budaya asing seperti itu lebih mudah dan lebih cepat masuk ke tiap pribadi masing-masing.

Jumat, 30 Mei 2014

Prestasi Universitas Gunadarma

Prestasi yang membanggakan dari Universitas Gunadarma, kampus kami menjadi kampus swasta terbaik pertama di Indonesia menurut informasi yang saya dapat. Selain itu Gunadarma menduduki posisi ke 142 dari 350 kampus terbaik di dunia. Prestasi-prestasi tersebut yang diperoleh oleh gunadarma tidak lain adalah karena mahasiswa/mahasiswinya yang hebat dalam bidangnya masing-masing. Semua prestasi yang ditunjukkan ini bisa menjadi alasan banyaknya lulusan baru yang ingin mendaftar menjadi calon mahasiswa kampus Gunadarma. Harapan saya dalam sepuluh tahun kedepan, Universitas Gunadarma dapat terus berprestasi dan membanggakan Indonesia didalam maupun luar negeri dan tidak mudah puas dengan yang sudah dicapai. Dan terus meningkatkan sarana fasilitas yang lebih baik dan terbaik demi menunjang mahasiswa/mahasiswinya dalam meraih prestasi membanggakan.

Kekurangan dari UG

Menurut saya Universitas Gunadarma memiliki kekurangan yang diharapkan bisa diperhatikan oleh pihak pengelola. Salah satu kekurangannya adalah pendingin udara (AC) yang hampir ditiap kelas bermasalah, selain itu Gunadarma masih menggunakan alat OHP sebagai sarana dosen dalam menyampaikan materi, sementara kampus-kampus lain bahkan sekolah saya dulu sudah menggunakan proyektor untuk mempresentasikan materi kepada siswa. Dan kekurangan lain dalam hal keamanan tempat parkir motor masih kurang diperhatikan, sebab banyak kejadian mahasiswa kehilangan helm bahkan motor.


Karena itu, saya pernah mencoba untuk melakukan hal yang disarankan oleh teman untuk membuktikan bahwa staff keamanan di kampus ini kurang baik. Setiap hari saya kuliah mengendarai motor, sama seperti yang biasa mahasiswalain  lakukan untuk dapat keluar dari parkiran kampus adalah dengan menunjukkan STNK motor kepada satpam yang berjaga. Tapi suatu hari saya tidak melakukannya, saya mengganti STNK motor saya dengan uang seribu rupiah yang saya berikan kepada satpam kampus. Dan ya, mudah saja satpam menerima uang tersebut dan memberikan senyuman kepada mahasiswa yang memberikan uang, sedangkan kepada mahasiswa yang menunjukkan surat motornya hanya diberikan wajah ketus dari satpam. Bukankah hal itu menjadi salah satu penyebab banyaknya motor mahasiswa hilang hanya dengan pemberian uang yang tidak seberapa. Inilah wajah kampus Gunadarma yang sebenarnya, miris jika dikatakan tapi ini semua adalah kenyataan.

Beberapa Keunggulan Universitas Gunadarma

Beberapa fasilitas-fasilitas yang ada di Universitas Gunadarma yaitu, perpustakaan dengan wi-fi, lapangan serbaguna yang bisa digunakan untuk futsal, badminton, dan hoki. Selain itu terdapat satu gedung terpisah dengan gedung-gedung lainnya yang digunakan hanya untuk melakukan praktikum yang biasa disebut iLab. Gunadarma cabang Depok memiliki lahan parkir yang cukup luas untuk motor dan mobil. Gunadarma juga memiliki banyak komunitas yang berbeda seperti, fotografi, drama, paduan suara, mapa, kerohanian, dan masih banyak lagi. Lokasi kampus yang sangat strategis ini juga memberikan kemudahan kepada setiap mahasiswanya dalam melakukan berbagai kegiatan perkuliahan. Demikian beberapa keunggulan dari Universitas Gunadarma yang dapat saya uraikan.

Kamis, 08 Mei 2014

Harapan dan Cita-cita

Bicara mengenai cita-cita, saya memiliki banyak cita-cita yang selalu berubah saat masih kecil bahkan terkadang hingga kini. Membahagiakan orang tua adalah cita-cita utama yang pasti semua orang harapkan, tidak terkecuali dengan saya. Namun ada kalanya saya merasa pesimis akan kemampuan saya dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Saat saya masih kecil, saya bermimpi menjadi seorang pramugari agar bisa keliling dunia. Lalu merubah keinginan untuk menjadi seorang wirausaha tapi belum menemukan usaha apa yang akan dilakukan. Tapi disisi lain saya juga tertarik untuk menulis sebuah buku yang menceritakan kisah hidup saya sendiri, hanya belum tahu kapan hal itu akan terlaksana.

Persahabatan

Kali ini saya ingin menceritakan mengenai persahabatan yang terjalin secara istimewa. Saya sangat bersyukur bisa memiliki sahabat-sahabat yang saling menyayangi, saling mengingatkan, saling menasehati, saling membantu, dan bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bahkan keakraban kami sudah seperti keluarga sendiri.

Kami selalu merindukan satu sama lain jika beberapa hari tidak bertemu, karena kami selalu memiliki cara yang berbeda setiap menghabiskan waktu bersama. Kadang kami membuat acara menginap dirumah salah satu dari kami, dan kami bisa leluasa bercerita, melakukan hal-hal yang biasa gadis-gadis lakukan, seperti bereksperimen dengan memasak atau membuat kue, lalu memakai masker wajah bersama, menonton film, bernyanyi-nyanyi sambil berjoget, dan lain-lain.

Suatu hari kami menonton sebuah film yang berasal dari korea, yang menceritakan tentang persahabatan tujuh gadis sekolah yang tetap menjalin persahabatan hingga masing-masing dari mereka beranjak dewasa, memiliki keluarga, bahkan hingga tua. Maka sejak itulah kami terinspirasi oleh film tersebut untuk tetap menjaga persahabatan kami hingga kami tua nanti. 

Senin, 14 April 2014

Inilah Saya

Saya Intan Puspitadewi dengan usia yang beranjak 21 tahun pada Juli mendatang, saya berasal dari keluarga sederhana dan selalu diajarkan untuk hidup sederhana. Ibu dan Ayah saya seorang karyawan di salah satu departemen pemerintahan yang bertempat di Jakarta Pusat. Ayah berasal dari kota kecil di Jawa Tengah, yaitu Purworejo dan ibu berasal dari Yogyakarta. Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang usianya empat tahun lebih tua dari saya, yang telah menikah dan memiliki satu anak laki-laki berumur tiga tahun.

Saya memiliki ketertarikan dalam beberapa hal, seperti mendengarkan musik sambil bernyanyi meski suara saya tidak begitu bagus, saya juga tertarik dalam hal fotografi, design ruangan interior maupun eksterior, selain itu saya juga tertarik dengan dunia psikologi. Awal mula saya memilih kampus Gunadarma, saya ingin mengambil jurusan lain seperti design arsitektur atau seni photografi. Tapi karena saat SMA saya berada pada jurusan lain yang tidak memungkinkan untuk memilih jurusan tersebut, akhirnya saya memilih ekonomi sebagai penerus kejuruan yang telah saya tempuh saat sekolah.

Saya memiliki banyak teman baru saat mulai masuk menjadi mahasiswa baru di Gunadarma, sampai-sampai kami merasa bukan seperti teman atau sahabat, tapi sudah seperti keluarga. Terkadang disaat libur panjang kami menginap disalah satu rumah teman, kami bisa leluasa bercerita, canda, tawa, sedih, bahkan cerita yang sedikit mistis kami bagi bersama. Saya bersyukur mendapat sahabat-sahabat seperti mereka, yang tidak hanya dalam suka namun duka kami selalu bersama. Selain itu, kami selalu saling membantu dalam hal-hal yang berhubungan dengan tugas kuliah atau masalah lain selain perkuliahan. Dan kami selalu mengingatkan satu sama lain dalam hal ibadah, karena kami tidak hanya ingin persahabatan ini terjalin didunia saja tapi juga di akhirat kelak.