Minggu, 24 Maret 2013

Globalisasi

1. Apa itu globalisasi ?
    Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa / manusia diseluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer dan bentuk-bentuk interaksi lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Atau suatu proses dimana antar individu, kelompok dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehinggan kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

2. Mengapa terjadi globalisasi ?
          Salah satu penyebab terjadinya Globalisasi yaitu :

  • Kebijakan negara untuk berhubungan dan menjalin kerja sama dengan negara lain.
  • Sistem ekonomi internasional.
  • Adanya migrasi penduduk ke berbagai negara.
  • Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
  • Berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional.

3. Apa ciri-ciri globalisasi ?

  • Perubahan dalam konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang berteknologi seperti telepon genggam, televisi satelit dan internet menunjukan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya berbeda.
  • Pasar dan produksi ekonomi dinegara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama tv, fil, musik dan transmisi berita dan olah raga internasional). Saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur dan makanan.
  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkuangan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
4. Bagaimana pengaruh globalisasi bagi masyarakat Indonesia, dilihat dari beberapa aspek seperti Ekonomi, Politik, Budaya dan Ideologi ?

  1. Ekonomi
Dilihat dalam bidang ekonomi Indonesia, setelah globalisasi terjadi semakin banyak investor-investor yang masuk untuk mengembangkan sebagian modalnya di perusahaan dalam negeri. Hal ini juga berpengaruh pada proses ekspor & impor sebagian barang yang ada di Indonesia. Namun tidak semua dampak globalisasi di bidang ekonomi ini positif, karena ada beberapa hal yang memberi dampak negatif kepada negara, yaitu salah satunya adalah dengan adanya globalisasi dan pasar internasional maka semakin besar peluang barang-barang impor datang dalam jumlah yang jauh lebih besar dan hal ini dapat membuat beberapa barang atau produk dalam negeri bertambah saingan meskipun di negerinya sendiri. 
Contohnya, seperti Bawang merah dan Bawang putih yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan karena tingginya harga pasar akan barang tersebut, dengan hal itu terjadi maka banyak negara-negara yang mempromosikan barang / produk mereka kepada indonesia dengan harga yang lebih murah. Jika Indonesia tidak menghentikan peng-imporan barang-barang tersebut maka produk Bawang dalam negri pun akan musnah karena tidak ada lagi pembeli yang mengonsumsi produk dalam negeri. Dan itu juga dapat memberikan kerugian besar kepada Indonesia.

    2.   Politik

Globalisasi dibidang politik terlihat dalam beberapa prosedur dan cara-cara berpolitik di luar negeri dan berpolitik di dalam negeri, hanya saja politik di dalam negeri masih memiliki banyak kekurangan yang sangat menonjol. Ya, tentu saja dalam hal KKN dan tindakan Politik Money masih dilakukan. Pengaruh globalisasi dalam aspek politik ini tidak begitu saya pahami karena beberapa ilmu politik yang kurang saya kuasai.

    3.  Sosial Budaya

Banyaknya negara yang kini saling bertukar kebudayaan, adat dan istiadat ke negara lain, inilah yang menyebabkan banyaknya perubahan kebudayaan yang terjadi khususnya di Indonesia ini. Beberapa perubahan atau penambahan kebudayaan tersebut yaitu, musik, film, cara bergaul, cara berpakaian dan lain-lain. 
Contohnya adalah, yang kita tahu pada era sekarang ini ada beberapa musik yang disukai atau digandrungi anak-anak muda termasuk saya adalah seperti musik jazz, R n' B, Hiphop, dan sebagainya adalah musik yang bukan terlahir dari dalam negeri melainkan dari luar negeri yang bawa dari beberapa turis yang datang berkunjung ke Indonesia. Sedangkan musik asli yang terlahir dari dalam negeri yaitu seperti musik Dangdut, Pop, Keroncong dsb.

   4.  Ideologi

Indonesia menganut ideologi Pancasila, yang berarti ideologi terbuka namun tidak bebas dan tidak tertutup dengan ideologi-ideologi yang datang dari luar Indonesia. Hanya saja tidak sedikit masyarakat khususnya orang awam yang mengerti akan sebuah ideologi negara akan berpikir bahwa Indonesia mengikuti sebagian ideologi negara lain, namun pada kenyataannya Pancasila bukanlah dianut dari ideologi negara lain. Pancasila hanya belajar dari beberapa ideologi yang sudah ada sebelumnya dan menjadikan ideologi Pancasila sebagai ideologi yang berbeda dari semua ideologi yang ada.

Demokrasi (Pemilu di Indonesia)

1.  Apa itu Pemilu ?
Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka ragam, mulai dari Presiden, Wakil Rakyat diberbagai tingkat pemerintahan, sampai Kepala Desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat diartikan sebagai proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata "pemilihan" lebih sering digunakan dari pada "pemilu".
Pemilu merupakan salah satu usaha untuk mempengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan komunikasi massa, lobby dan lain-lain kegiatan. Meskipun Propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakai olehpara kandidat atau politikus selalu komunikator politik.

2.  UU / Peraturan yang menjadi dasar pelaksana
Beberapa UU / peraturan pemilu yaitu :

a. Peraturan pemilu tahun 2004

  • UU nomor 4 tahun 2000
  • UU nomor 12 tahun 2003
  • UU nomor 23 tahun 2003
  • UU nomor 20 tahun 2004
  • Perpu nomor 2 tahun 2004
  • Perpu nomor 1 tahun 2006
b. Peraturan pemilu tahun 2009
  • Peraturan pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / Kota tahun 2009
  • Peraturan pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009
  • Peraturan pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
c. Peraturan pemilu tahun 2014
  • UU nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik
  • UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu
  • UU nomor 8 tahun 2011 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD dan Lampiran Peta Daerah Pemilihan dan Jumlah Kursi
3.  Sistem pemilu yang berlaku di Indonesia
Sistem pemilu yang dianut Indonesia adalah Demokrasi, yaitu dimana pemilihan yang akan diselenggerakan baik mulai dari pemilihan yang sederhana seperti pemilihan ketua kelas, ketua OSIS, sampai pada pemilihan yang bersifat umum seperti pemilihan Wali kota, Bupati hingga Presiden dilaksanakan dengan cara Demokratis. Yang diartikan demokratis / demokrasi disini ialah seluruh anggota masyarakat berhak untuk memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin. Dengan kata lain setiap pemilihan akan dilakukan dengan cara yang sama, ini dilaksanakan agar seluruh warga Indonesia mengeluarkan pendapatnya dan keputusannya untuk masa depan suatu daerah, atau bahkan sebuah bangsa.

4.  Kelemahan Pemilu di Indonesia serta Solusi menurut saya
Beberapa kelemahan yang ada dalam pemilu di Indonesia yang saya tahu yaitu, seperti permainan politik yang biasa disebut Money Politic atau politik uang yang selalu ditujukan kepada masyarakat awam, terutama kepada warga Indonesia yang kurang akan ilmu pengetahuan mengenai hal-hal ini. Jelas mereka masyarakat yang khususnya berada di tingkat perekonomian bawah yang menjadi incaran para pelaku money politic.
Menurut saya solusi dari masalah tersebut cukup sulit dilaksanakan jika dari dalam diri para pemimpin itu sendiri memiliki iman yang lemah, selain itu Pemerintah harus bertindak lebih tegas untuk masalah seperti ini. Jika perlu Indonesia seharusnya membuat peraturan dan perundang-undangan mengenai kecurangan dalam hal pemilu tersebut agar dapat meminimalisasi tindak kecurangan seperti itu.