Rabu, 07 Januari 2015

PERANG IKLAN

1. Contoh Kasus Perang Iklan
Salah satu perang iklan yang sangat terlihat dan sampai sekarang masih berlangsung melalui media iklan di televisi yaitu perang bumbu dapur antara "Royco" dan "Masako" yang dalam iklannya mengatakan "warna yang lebih pekat dan aroma yang lebih kuat dari kaldu lain" menjadi unggulan dan sindiran bagi Royco kepada Masako, namun dalam iklan lain Masako membalas sindiran tersebut dengan membuat pernyataan "warna yang alami dari kaldu ayam atau sapi tanpa bahan pewarna dan bahan tambahan lain dalam pemberian aroma bumbu kaldu".

2. Teori Perang Iklan
Perang yang berarti melawan atau bersaing dalam mempromosikan suatu produk atau jasa yang bertujuan guna mendapat respect dan menarik minat pembeli/konsumen untuk memilih produknya karena dinilai lebih baik dari produk lainnya dan diharapkan iklan promosi tersebut mengundang pembeli menjadi pelanggan tetap. Namun dalam hal persaingan yang dibuat sering kali menyebabkan saling sindir antar produk.

3. Kesimpulan
Jelas sekali terlihat bahwa kedua iklan tersebut saling menyindir untuk mendapat simpati para konsumen. Tapi dilihat dari kenyataannya, beberapa konsumen yang sudah terbiasa memakai salah satu dari produk tersebut tidak terlalu berpengaruh. Mungkin ini karena para konsumen memiliki selera yang berbeda sehingga kedua produk yang saling berperang di media iklan ini sudah mempunyai konsumennya sendiri-sendiri, hal ini dibuktikan dengan tidak ada dari salah satu produk tersebut yang mengalami kebangkrutan hingga kini kedua produk tersebut masih eksis dihati para konsumen.

4. Referensi
Media iklan di Televisi